Oleh: uptdsdsariwangi | September 10, 2008

Dompet Dhuafa Bandung untuk Myteacher

Bandung – Tak hanya mengurusi dana zakat, infak, shodaqoh, dan waqaf (ZISWAF), Dompet Dhuafa Bandung pun meluncurkan program Myteacher yang akan diikuti oleh seribu guru honorer dan sukarelawan. Program upgrading guru cuma-cuma, khusus bagi guru bantu, honorer, dan sukarelawan yang seringkali dipandang sebelah mata oleh kebijakan pemerintah.

Menurut Direktur Dompet Dhuafa Bandung Ima Rachmalia, guru memegang peran sangat vital dalam proses transformasi ilmu kepada anak didiknya. “Artinya kemampuan penguasaan materi seorang guru sangat menentukan mutu peserta didiknya,” ujarnya dalam rilisnya, Selasa (9/9/2008).

Untuk itu, guru harusnya terus melakukan pengayaaan pengetahuan dengan mengikuti berbagai pelatihan atau upgrading. Namun sayangnya, seringkali guru yang diutus untuk mengikuti pelatihan adalah mereka yang sudah menyandang status PNS atau minimal guru tetap.

“Padahal meski dari gaji relatif jauhd ari standar hidup layak, namun beban kerja baik guru honorer dan sukarelawan tak jauh berbeda dengan guru berstatus PNS. Makanya sangat wajar jika hal ini seringkali menciptakan jurang kesenjangan di antara mereka,” katanya.

Dia mencontohkan, Dudu Hidayat seorang guru SD Sumber Sari, Sapan Kabupaten Bandung, yang telah mengabdi 14 tahun. Statusnya guru tak tetap dengan penghasilan di bawah Rp 500 ribu. “Dia mengaku belum pernah sekalipun diutus untuk mengikuti pelatihan dan institusi tempat dia mengabdi,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Dompet Dhuafa Bandung menginisiasi program myteacher yang rencananya akan digelar di Gedung South Auditorium Sabuga, Jalan Taman Sari, pada 17 September 2008.

“Pada saat launching nanti akan diikuti oleh seribu honorer dan guru bantu setingkat SD/MI, SMP/MTs dari institusi formal mau pun non formal se-Jabar,” katanya.

Pembicara yang akan dihadirkan adalah Irwan Widiatmoko (pemecah rekor MURI sebagai super great memory), Jamil Azzaini (inspirator sukses mulia, penulis best seller “Kubik Leadership’, dan Ahmad Fikri (senior Trainer Makmal-Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa).

Selanjutnya, kata dia, akan diselenggarakan pelatihan dan proses pendampingan selama satu tahun secara bertahap yang terbagi dalam tiga angkatan. “Kami berharap untuk ke depan program ini mendapat dukungan semua lapisan masyarakat,” ujarnya.(ern/ern)


Responses

  1. Saya seorang tenaga pengajar di ponpes salafiyah wajar dikdas salafiyah 9 tahun (Program Depag) sudah mengajar di salafiyah sejak 2006 tetapi saya hanyalah lulusan SMA (lulus tahun 2000) dan ingin sekali kuliah melanjutkan ke S1, bagaimana caranya untuk mendapatkan beasiswa dari dompet dhuafa

  2. bu Ima Rachmalia yg saya hormati bagaimana cara mendapatkan pertolongan biaya dari dompet
    dhuapa untuk biaya persalinan,
    saya dengar dompet dhuapa menyediakan biaya untuk itu,
    atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih

    Hormat Saya

    kosasih

  3. Saya mau daftar my teacher tgl 17 September
    Nama: Aan Sunandar, Pengajar di SMA Muhammadiyah 1 dan 3 Bandung, GTT dari tahun 2000. Alamat: Jl Desa 107/137 A Rt 06 Rw 03.Kontak 022-92328651


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: