Oleh: uptdsdsariwangi | September 14, 2008

Ribuan Ruang Kelas Tahun 2009 di Jabar

(PR) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan mengatakan, mulai tahun 2009 akan dibangun 37 Ribu ruang kelas baru, dengan rincian 15 ribu ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP), 12 ribu ruang sekolah menengah atas (SMA)/sekolah menengah keterampilan (SMK) dan sisanya ruang kelas di sekolah dasar (SD) sekitar 10 ribu RKB. Pembangunanruangan kelas belajar tersebut, diperkirakan akan menelan biaya kurang lebih Rp 2 triliun.

Pembangunan ruangan kelas merupakan salah satu perioritas yang akan dilakukan oleh Pemprov Jabar.

“Banyak lulusan SD setiap tahunnya, tidak bisa tertampung di SMP. Salah satunya, karena masih kekurangan ruang kelas belajar. Begitu juga lulusan dari SMP. Makanya, Jabar akan berusaha untuk memperepat pembangunan ruang kelas baru,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heriyawan, Sabtu (13/9) dalam kunjungan kerja ke Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis sekaligus memberikan bantuan untuk SDN Golat yang ambruk.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dr. Dadang Dally, Plh Bupati Ciamis Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Wawan Ariffien, Ketua DPRD Ciamis (non aktif) Jeje Wiradinata dan tokoh masyarakat Panumbangan. Bantuan untuk rehab SD, diserahkan di Masjid Panumbangan.

Menurut Gubernur Jabar, setiap tahun belum ada keseimbangan untuk daya tampung di SMP maupun SMA/SMK. Padahal, jumlah lulusan SD maupun dari SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, terus tinggi.

Makanya, penambahan ruangan kelas baru menjadi harus perhatian serius. Pemprov Jabar sendiri akan berusaha mulai tahun 2009, untuk mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen dari total APBD.

Gubernur akan mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen. Ia juga minta kepada kepala daerah di kabupaten/kota yang ada di Jabar, harus melakukan hal itu. Apalagi, Mahkamah Konstitusi sudah memberikan peringatan, kalau APBN sampai APND tidak mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen di tahun 2009, maka APBN maupun APBD 2009, batal atau ilegal.

Dengan memberikan alokasi dana pendidikan yang besar, maka diharapkan untuk pembangunan ruang kelas baru, bisa teralokasikan secara memadai. Termasuk, untuk rehab ruangan kelas yang rusak.

Pencetakan buku paket pelajaran, agar tujuannya buku tersebut murah dan terjangkau. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dadang Dally mengatakan, pembangunan ruangan kelas baru di SMP maupun SMA, setiap tahun dianggarkan.

Namun, diakui untuk ruangan kelas baru masih kekurangan cukup besar yaitu kurang lebih 37 ribu. Ia malah berharap, pada perubahan APBD Jabar juga teralokasikan anggaran untuk pembangunan ruangan kelas baru itu. Sehingga, akan ada proses percepatan untuk pembangunannya. (A-97).***

Wah angka yang fantastis banget kynya ni….mudah-mudahan tidak hanya sekedar janji-janji dan bisa merata terutama di daerah-daerah terpencil, sangat sekali membutuhkan RKB baru karena Lonjakan Penerimaan PMB tahun ini.


Responses

  1. http://sariwangi.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: